UMAT KAPELA YESUS NINOE LINGKUNGAN KAMA GALANG DANA DENGAN TRADISI EKA SULA DAN BAZAAR BERHADIAH

Wamena. Aksi Pencarian dana untuk pembangunan gedung baru Gereja Katolik Paroki Kristus Jaya Wamena dilakukan umat Lingkungan Kama (Jumat, 11-09-2020) bertempat di halaman Kapela Yesus Ninoe.

Ketua Lingkungan Kama, Pilatus Lagowan mengatakan sejak tahun 2017 telah dicanangkan rencana pembangunan gedung baru gereja Katolik Paroki Kristus Jaya Wamena, sehingga keterlibatan umat Kapela Yesus Ninoe untuk melakukan aksi penggalangan dana dengan tradisi lokal eka sula atau mengumpulkan uang yang dimasukkan dalam noken.

Pilatus Lagowan menegaskan, “Saya selaku ketua wilayah Kama selalu menggerakkan kepada semua umat untuk menggalang dana ini dengan berbagai cara kami ciptakan disini, ada kegiatan ebamukai atau eka sula yaitu ramai-ramai kita menyumbangkan dalam suatu noken yang kita sediakan”.

Umat Paroki Kristus Jaya Wamena identik dengan gereja yang mandiri dan misioner sehingga selain tradisi eka sula, kegiatan penggalangan dana juga dilakukan dengan cara bazaar penjualan hasil kebun warga dan makanan khas bakar batu yang dijual per porsi kepada tamu undangan. Disamping itu juga diadakan panggung hiburan dan penjualan barang kebutuhan keluarga berupa peralatan dapur dan alat pertanian yakni kasur, panci, dandang, belanga, sekop dan parang yang dijual dengan bentuk kupon undian.

                                     

Ketua Lingkungan Kama, Pilatus Lagowan menjelaskan umat di wilayahnya diberikan beban sebesar Rp.1.350.000.000 (satu milyar tiga ratus lima puluh juta rupiah), dimana tanggungjawab setiap kepala keluarga sebesar Rp.10.000.000 (sepuluh juta rupiah). Dirinya beranggapan umatnya kurang mampu menanggung beban tersebut karena mayoritas warganya adalah petani. Sehingga pihaknya melakukan berbagai cara penggalangan dana untuk memenuhi target dimaksud.

Aksi penggalangan dana eka sula yang dilakukan umat Kapela Yesus Ninoe Lingkungan Kama untuk pembangunan gedung baru Gereja Paroki Kristus Jaya Wamena tersebut dimeriahkan dengan wasisi – tarian budaya masyarakat lembah baliem. (Seksi Humas – Anawim)